← Kembali ke blog

Ketika BOC Berubah Menjadi Beyond Ordinary Cloud

Catatan personal tentang akuisisi BOC pada Juli 2025, perubahan nama menjadi Beyond Ordinary Cloud, dan penunjukan saya sebagai leader baru.

Ketika BOC Berubah Menjadi Beyond Ordinary Cloud

Ketika BOC Berubah Menjadi Beyond Ordinary Cloud

Pada Juli 2025, saya mengalami salah satu titik balik paling penting dalam perjalanan profesional saya. Saya diminta terbang ke Bali untuk menghadiri acara peresmian akuisisi BOC sekaligus peluncuran identitas barunya.

Sebelum momen tersebut, BOC dikenal sebagai Bali Orange Communications. Entitas legalnya adalah CV Bali Orange Communications, dengan Pak Hendra W. Saputro sebagai owner sebelumnya. BOC bukan bisnis yang baru berdiri. Berdasarkan profil resminya, perjalanan BOC telah dimulai sejak 25 Agustus 2003 di Denpasar, Bali.

Dari Bali Orange Communications ke Beyond Ordinary Cloud

Pada Juli 2025, BOC diakuisisi oleh Thrive.co.id, dengan legal entity PT Gema Teknologi Cahaya Gemilang. Saya tidak ingin membahas detail nilai atau struktur transaksi yang tidak dipublikasikan. Yang dapat saya ceritakan dari pengalaman langsung saya adalah bahwa akuisisi tersebut membawa perubahan besar dalam identitas, arah, dan kepemimpinan BOC.

Dalam acara yang berlangsung pada 26 Juli 2025 di Blu-Zea Resort, Bali, BOC diperkenalkan dengan nama baru: Beyond Ordinary Cloud.

Perubahan ini bukan hanya mengganti nama pada website atau materi komunikasi. Nama baru membawa pertanyaan yang lebih besar:

  • Apa yang ingin dibangun setelah perubahan ini?
  • Layanan seperti apa yang ingin dikembangkan?
  • Bagaimana sejarah BOC tetap dihargai?
  • Bagaimana bisnis yang sudah berjalan dapat beradaptasi dengan kebutuhan cloud dan automation yang terus berkembang?

Media yang meliput acara tersebut mengaitkan arah baru BOC dengan cloud hosting, AI hosting, dan hosting n8n. Bagi saya, hal tersebut menunjukkan bahwa perubahan brand perlu diikuti dengan kemampuan operasional dan teknologi yang benar-benar dapat mendukung janji baru kepada pelanggan.

Penunjukan saya sebagai leader baru

Pada momen yang sama, saya ditunjuk sebagai leader baru di BOC, menggantikan Pak Hendra.

Pergantian posisi tersebut membuat acara itu terasa lebih personal bagi saya. Saya tidak hanya menghadiri seremoni perubahan nama. Saya menerima tanggung jawab untuk melanjutkan perjalanan sebuah bisnis yang telah memiliki sejarah panjang, pelanggan, sistem, dan cara kerja yang sudah terbentuk sebelumnya.

Menjadi leader bukan berarti datang lalu mengubah semuanya dari hari pertama. Sebelum mengambil keputusan, saya perlu memahami apa yang sudah berjalan, apa yang masih menjadi kekuatan, apa yang menjadi hambatan, dan bagian mana yang membutuhkan perubahan paling mendesak.

Menurut saya, tantangan terbesar dalam proses seperti ini bukan sekadar memilih teknologi. Tantangannya adalah menyatukan sejarah bisnis, kebutuhan pelanggan, ekspektasi pemilik baru, proses operasional, dan arah pengembangan yang lebih relevan.

Akuisisi sebagai awal, bukan akhir

Sebuah akuisisi sering terlihat seperti satu peristiwa yang selesai ketika dokumen ditandatangani atau acara peresmian dilakukan. Dalam praktiknya, hari tersebut justru menjadi awal dari pekerjaan yang lebih panjang.

Setelah perubahan nama dan kepemimpinan, masih ada banyak hal yang harus dipahami dan dibangun:

  • memetakan layanan dan proses yang sudah berjalan;
  • memahami kebutuhan pelanggan;
  • mengevaluasi infrastruktur;
  • merapikan deployment dan operasional;
  • mengembangkan layanan cloud, AI hosting, dan automation;
  • memperkuat proses provisioning dan operasional;
  • serta membangun cara kerja yang dapat berkembang bersama bisnis.

Saya ingin mendokumentasikan proses ini secara bertahap melalui serial Building BOC di blog Frendi. Tulisan-tulisan berikutnya akan membahas bukan hanya hasil akhir, tetapi juga keputusan, masalah, trade-off, dan pekerjaan yang masih harus diselesaikan.

Memulai babak baru

Perubahan dari Bali Orange Communications menjadi Beyond Ordinary Cloud adalah perubahan identitas yang menandai babak baru. Namun identitas baru tidak cukup jika tidak diikuti dengan perubahan kemampuan dan proses.

Bagi saya, memimpin BOC berarti membantu membangun jembatan antara apa yang sudah diwariskan dan apa yang ingin dicapai berikutnya. Cloud, AI, automation, dan security bukanlah tujuan yang berdiri sendiri. Semua itu harus diterjemahkan menjadi layanan yang stabil, mudah digunakan, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi pelanggan.

Perjalanan ini masih berlangsung. Pada bulan Juli 2025, fokus saya adalah memahami arah baru BOC dan mulai menerjemahkannya ke dalam layanan cloud yang lebih siap digunakan.

Arahan awal dari owner baru sekaligus CEO Thrive.co.id, Pak Eddy Yansen, adalah mengubah BOC yang sebelumnya lebih dikenal sebagai penyedia hosting lokal biasa menjadi cloud provider. Perubahan tersebut juga harus berjalan searah dengan visi dan misi Thrive.co.id.

Artinya, fokus pertama saya bukan menambahkan sebanyak mungkin teknologi baru. Fokusnya adalah memahami posisi BOC, memetakan kekuatan dan kelemahannya, lalu menentukan bagaimana proses, layanan, dan infrastruktur BOC dapat berkembang menjadi lebih siap sebagai cloud provider.

Salah satu kelemahan yang saya lihat adalah masih banyak proses yang dilakukan secara manual. Karena itu, saya mulai memikirkan konsep Instant App Hosting dan Instant App Server sebagai salah satu cara untuk menyelaraskan visi tersebut sekaligus menyelesaikan kelemahan operasional BOC.

Dengan konsep Instant App, pengguna tidak perlu melakukan setup manual untuk aplikasi yang mereka butuhkan. Setelah proses berlangganan di BOC selesai, aplikasi yang dipilih dapat langsung diprovision dan dibuka. Pengguna dapat lebih cepat mulai menggunakan aplikasinya, sementara proses teknis yang berulang dapat dibuat lebih konsisten dan mudah dioperasikan.

Instant App pertama yang akan kami adopsi adalah n8n self-host. n8n dipilih karena kebutuhan terhadap workflow automation semakin meningkat, sedangkan banyak pengguna tidak ingin menghabiskan waktu untuk menyiapkan server, dependency, konfigurasi, dan environment dari awal.

Bagi saya, inilah bentuk awal transformasi BOC: bukan hanya mengganti nama atau menambahkan layanan, tetapi mengubah cara layanan dirancang agar lebih praktis, lebih scalable, dan lebih dekat dengan kebutuhan pengguna.

Ini adalah awal dari serial Building BOC — catatan saya tentang perjalanan boc dari akuisisi, transformasi infrastruktur, hingga pembangunan cloud provider dan Instant App.

Referensi